Bagi penikmat film, ending itu adalah suatu nikmat tersendiri untuk kepuasan bathin dimana kita bisa menunggu apakah film itu akan berakhir seperti yang kita duga atau tidak. Tapi bagaimana kalau film itu sendiri tidak bisa kita tebak ending-nya.

Banyak film yang aku acungi jempol karena ending dari film itu sendiri ga bisa aku tebak, bukannya prediksiku salah tapi film itu mempunyai banyak possibilities of ending. Aku sendiri tipe penikmat film yang ingin selalu menebak siapa, dimana, kapan dan bagaimana film itu akan berakhir, karena seringnya film dengan genre yang sama akan berakhir dengan ending yang sama pula, ini seperti menjadi hal yang berulang-ulang dan akhirnya mudah ditebak. Tapi tidak sedikit pula film yang akhirnya membuatku terkagum-kagum dengan ke-apik-an plot cerita yang diolah sedemikian rupa.

Akan aku beberkan beberapa film yang aku anggap menarik…

***

catch-me

Catch Me If You Can (2002 – Steven Spielberg)
Film berdasarkan true story ini sangat wajib untuk di tonton, Catch Me if You Can adalah film olahraga otak yang bagus dimana aku sempat berkata dalam hati *tsahhh*… “Kok bisa???”

Berceritakan tentang kehidupan seorang con-manFrank Abagnale Jr (Leonardo DiCaprio) adalah murid SMP 16 tahun yang pintar, smart, namun keluarganya bermasalah dan memilih jalan lain untuk menjalankan hidup, yaitu dengan menjadi con-manSelama menjadi con-man, dia mendalami banyak profesi, salah satunya pilot, dengan memasuki profesi satu dengan yang lainnya tanpa jalur yang legal sama sekali, banyak pemalsuan uang dan identitas. Carl Hanratty (yang diperankan oleh Tom Hanks, FBI agent yang ngejar Frank Abagnale Jr) sampai kelabakan untuk mengikuti jejak dan sempat ditipu beberapa kali oleh Frank Abagnale Jr ini.

Walaupun film ini tergolong cukup seru untuk ditonton namun menurutku klimaks pada cerita ini kurang dipoles karena diakhir, Abagnale Jr seakan-akan sudah menyerah, pasrah dan capek akan kehidupannya sebagai con-man dan akhirnya dia membiarkan dirinya untuk ditangkap oleh Carl, dan ini adalah cerita based on true story-nya, jadi aku ga bisa maksa untuk lebih jauh mengkritisi ending dari film apik ini.

Namun sekali lagi, inspiratif dan catchy adalah keunggulan utama Catch Me If You Can! Film ini tentu wajib tonton karena bener-bener fresh dan jarang film yang tema dan ceritanya seperti ini.

***

the_prestige_wallpapers-normal5.4

The Prestige (2006 – Christopher Nolan)
Berceritakan tentang dua pesulap, Robert Angier (Hugh Jackman) dan Alfred Borden (Christian Bale) yang tergila-gila dengan sulap. Mereka adalah partner yang saling bergantung antara satu dengan yang lain (walaupun tak jarang mereka berselisih paham tentang suatu hal yang ada kaitannya dengan trik sulap). Namun semua berubah ketika negara api menyerang…eh, berubah ketika kecelakaan terjadi di pertunjukan sulap mereka, kecelakaan yang membawa Julia (istri dari Angier). Bermula dari Angier yang curiga apakah Borden benar-benar melakukan bagiannya dalam pertunjukan tersebut atau tidak yang berujung dengan kematian istrinya dan keadaan yang diperparah dengan sikap Borden yang tidak ingat (atau tidak ingin mengingat) apakah dia benar-benar mengerjakan apa yang telah di sepakati di awal pertunjukan atau tidak maka perpecahan dan adegan saling balas dendam bermunculan setelahnya.

Kedua jenius dan bertalenta dalam pertunjukan sulap (at least on their own way), Borden yang kurang berpengalaman dalam menggaet hati penonton namun luar biasa dalam menemukan trik baru serta Angier yang dapat meluluhkan hati penontonnya dalam aksi dan penguasaan panggungnya namun kurang dalam hal memunculkan ide sulap yang baru, maka berujung dengan Angier yang selalu ingin tahu trik Borden dan menirunya dalam setiap pertunjukan sulapnya.

Akhirnya dimakan oleh obsesi, keduanya berusaha menghancurkan bisnis masing-masing dengan menghalalkan segala cara. Olivia (Scarlett Johansson) asisten dari Angier dikirim untuk mengetahui rahasia dari trik sulap Borden namun akhirnya Olivia dan Borden* saling jatuh cinta.

Di film ini, banyak memunculkan artis papan atas (papan bawah juga ada) yang membuat aku sempat mengira apakah film yang aku tonton ini tentang pesulap atau super heroes, karena memang kebanyakan pemain utama di film The Prestige ini bermain di film super heroes (X-Man, Batman, Avenger dll…).

Overall aku bisa mengatakan film ini patut untuk ditonton karena menyajikan plot cerita yang menarik dan ending yang “Ohh”. Namun setelah aku tonton 2/3, aku bisa menebak ending dari film ini tapi tetap saja aku berkata “kok bisa…”, “tuh kan…” dll. Klimaks yang diberikanpun aku rasa sudah cukup manarik, dan aku ga berharap lebih dari film yang sedikit bermain dengan fantasi ini.

***

OCEANStrilogy

Ocean Trilogy (2001~2004~2007 - Steven Soderbergh)
Kalau diceritakan film trilogi ini maka review film ini akan terfokus sama sinopsis cerita yang Soderbergh berikan. Intinya film ini menceritakan tentang kriminalitas, pencurian serta penipuan, cerita con artist yang mengambil keuntungan dari orang yang mempunyai kekuasaan serta kekayaan yang berlimpah. Cast di Ocean Trilogy ini antara lain George Clooney, Brad Pitt, Matt Damon dll.

Genre film ini yang paling aku suka, tak jarang aku hunting film yang berbau con artist. Ending atau akhir dari film inipun tidak merugikan dan patut diacungi jempol. Sebuah film berstrategi yang patut untuk ditonton bagi penikmat film bertemakan heist / con.

***

IDENTITY WALLPAPER

Identity (2003 – James Mangold)
Dikisahkan karena banjir dan hujan deras telah memblokir semua jalan, sekelompok orang asing ‘terjebak’ di sebuah motel terpencil dan mereka punya cerita masing-masing. Ed (
John Cussack), adalah mantan polisi yang menjadi supir limusin dan tak sengaja menabrak istri George (John C. McGinley) ketika sedang mengantarkan aktris bernama Caroline Suzanne (Rebecca De Mornay). Lalu ada Rhodes (Ray Liotta), seorang polisi yang membawa narapidana, Maine (Jake Busey), Paris (Amanda Peet) seorang pelacur Las Vegas yang menuju Florida untuk membeli perkebunan jeruk; pasangan yang baru menikah, Ginny (Clea DuVall) dan Lou (William Lee Scott) dan manajer motel, Larry (John Hawkes), yang membenci pelacur.

Individu-individu itu berada di motel karena terpaksa dan tiba-tiba satu persatu dari mereka mati secara mengerikan dan misterius. Ed dan Rhodes lalu menyelidiki setiap pojok motel itu, apakah sang pembunuh adalah orang asing? Atau salah satu dari mereka? Ternyata mayat mereka yang mati malah satu demi satu raib tanpa bekas sama sekali dan ada persamaan yang mengerikan di antara mereka semua. Apakah ada hantu atau kekuatan supranatural lainnya?.

Ini adalah salah satu film yang cukup lama nangkring di harddiskku karena sayang untuk dihapus, ending dari film inipun sangat tidak terduga. Dikemas dengan plot cerita yang cerdas maka ini adalah film psikologi-kriminal yang menurutku mempunyai angka tinggi dalam penilaianku sejauh ini. Coba tonton dan rasakan ketegangannya.

***

Yak, cukup dulu sampai di sini untuk review twisted-ending-movie yang menurutku harus ditonton namun bukan berarti hanya ini aja tapi masih banyak yang lain, kalau aku tulis semua bisa kriting jariku. Oia satu lagi, sebagai referensi film bertemakan heist/con maka Hustle adalah salah satu TV Series terbaik untuk ditonton, dikemas dalam 8 season (masing-masing 6 series).

Selamat nonton dan jangan lupa selalu sedia cemilan…

Ja~~

Tinggalkan Remah Rotimu...


Trackbacks